Salah satu yang menjadi hal penting ketika proses sidang perceraian adalah harus ada alat bukti perceraian yang disampaikan baik tergugat maupun penggugat. Adanya alat bukti tersebut akan membantu Hakim memberikan keputusan apakah gugatan cerai tersebut diterima atau tidak. 

Macam-Macam Alat Bukti Perceraian Yang Bisa Digunakan

  1. Surat

Surat merupakan bukti yang utama dan juga penting dalam perkara perdata, salah satunya adalah perkara perceraian. Beberapa alat bukti perceraian dalam bentuk surat yang bisa digunakan seperti:

  1. Identitas diri
  2. Akta nikah sebagai bukti bahwa telah ada perkawinan antara kedua belah pihak
  3. Akta kelahiran anak jika ada tuntutan hak asuh anak
  4. Kartu keluarga
  5. Surat keterangan dokter jika alasan cerai karena cacat badan atau penyakit
  6. Surat keterangan RT/RW untuk pasangan yang meninggalkan rumah lebih dari 2 tahun dan tidak diketahui keberadaannya. 
  7. Putusan pengadilan jika alasan cerai karena salah satu pihak dihukum pidana lebih dari 5 tahun atau yang lebih berat. 
  8. Tangkapan layar berisi percakapan di sms, whatsapp atau media sosial yang dicetak.
  9. Visum dokter jika alasan cerai karena KDRT.
  10. Surat pernyataan sepakat bercerai jika ada
  11. Surat izin cerai dari atasan jika salah satu pihak adalah ASN.
  12. Dokumen atau surat otentik lainnya yang relevan
  1. Saksi

Saksi sendiri merupakan orang yang melihat, mengalami atau mendengar sendiri bahwa sudah terjadi kejadian atau peristiwa hukum yang diperkarakan. Minimal untuk sidang perceraian perlu ada 2 saksi. Dalam Pasal 145 HIR dijelaskan beberapa orang yang tidak bisa didengar menjadi saksi adalah:

  1. Istri atau suami dari salah satu pihak
  2. Anak-anak yang sudah berusia 15 tahun
  3. Keluarga semenda dan keluarga sedarah dari salah satu pihak
  4. Orang gila

Walaupun begitu, saksi keluarga masih bisa digunakan dalam sidang cerai hanya ketika alasan perceraian terjadi karena perselisihan dan pertengkaran rumah tangga. 

  1. Persangkaan

Alat bukti perceraian yang selanjutnya adalah dalam bentuk persangkaan. Alat bukti ini dijelaskan dalam Pasal 137 HIR jika persangkaan saja yang tidak memiliki dasar atas aturan undang-undang tertentu, hanya perlu diperhatikan oleh hakim pada saat menjatuhkan keputusan. 

  1. Pengakuan

Pengakuan adalah pernyataan yang menjelaskan salah satu pihak pada pihak yang lainnya untuk pemeriksaan perkara. Namun alat bukti ini dalam kasus perceraian tidak selalu dianggap sebagai pengakuan yang mutlak. Biasanya digunakan sebagai bukti permulaan yang bertujuan untuk menguatkan persangkaan hakim.

  1. Sumpah

Sumpah adalah pernyataan yang diucapkan dengan sungguh-sungguh dengan menyebutkan nama Tuhan sesuai dengan keyakinan yang mengucapkan sumpah tersebut. Sedangkan untuk perceraian pasangan dengan agama Islam, dikenal dengan sumpah Li’an dan hanya bisa digunakan di pengadilan agama saja.

Selain itu, ketauhi juga beberapa hal penting seputar alat bukti perceraian di artikel ini.